Pages

Jumat, 19 Januari 2018

Resep Iga Sapi Ungkep/ Goreng Ala Dapur Ciwin

Dibanding dengan daging sapinya aku lebih suka sama iganya. Iga goreng dijodohin sama sambal terasi plus nasi putih hangat, aduh... nikmat banget bisa ngabisin nasi tuh. Kalau beli iga di luar kan mahal tuh, makanya mending masak sendiri aja, bisa puas makannya bisa merata buat semua anggota keluarga. Dan berikut adalah resep ala dapur ciwin 

Bahan : 
1. 1 (Satu) kg iga sapi
2. Daun pepaya (Buat bungkus iga supaya daging cepat empuk)
3. 2 Batang serai geprek
4.  3 Lembar daun salam
5. 6  Lembar daun jeruk
6. 1 liter air
7. Gula Garam secukupnya




Bumbu Halus :
1. 12 siung bawang merah
2. 8 Siung Bawang Putih
3. 4 butir kemiri Sangrai
4. 1 Ruas kunyitKunyit
5. 1 Ruas Jahe
6. 2 sdt ketumbar sangrai

Cara buat ungkep iga;
1. Berdoa dulu paling nggak ucapkan Basmalah supaya acara memasak lancar dan hasil masakan enak.
2.  Bungkus iga dengan daun pepaya kira-kira satu jam biar cepat empuk. sambil; nunggu bisa nyapu-nyapu, ngepel atau ngiapin bahan. Kadang kalau nggak ada daun pepaya hanya ku beri air jeruk nipis sama garam aja , tunggu 15 menit.
3. Rebus iga dengan air, biarkan air sampai mendidih dulu kemudian baru dimasukkan iganya. Rebus sebentar kalau aku sekitar 10 menitan terus buang air rebusan. 
4. Tumis bumbu halus dan bahan-bahan lain sampai wangi
5. Sesudah tercium bau wangi masukkan air sampai mendidih, setelah mendidih baru masukkan iga.
6. Koreksi rasanya 
7. Tunggu sampai air menyusut, dan pastikan iga sudah empuk
8. Selesai 

Nb; kalao mau buat iga goreng , aku cuma taburin iga dengan tepung terigu yang sudah ditaburi garam itu aja udah enak. Bisa juga sih pake tepung bumbu instan. Kalau mau tebel tepungnya buat adonan tepung basah dan tepung kering. Udah gitu aja ...iga siap digoreng bisa ditemani dengan sambal terasi dan sambal bawang...mantappp dehhhh.


Minggu, 14 Januari 2018

Kisah Cancer Survivor Menggapai Puncak Dunia

Kali ini saya akan bercerita sedikit  tentang sebuah  buku yang berjudul "Ogun ; Cancer Survivor Menggapai Puncak Dunia". Bukunya cukup tipis , memiliki tinggi sekitar 16,5 cm dan lebar 10,5 cm.
Tetapi semangat yang ditularkan melalui buku ini nggak setipis bukunya.

Beliau mempunyai nama  lengkap Muhammad  Gunawan, biasa dipanggil dengan nama panggilan Ogun. Ogun yang merupakan salah satu anggota Wanadri ini sempat menorehkan sejarah dalam dunia petualangan Negeri tercinta Indonesia ini. Beliau merupakan salah satu Tim Pendaki Ekspedisi Mount everest Indonesia tahun 1997 bersama Kopassus.

Manusia hidup dunia memang selalu mengalami suatu cobaan hidup, entah itu cobaan berupa masalah dengan anak, pasangan , teman , ekonomi ,  atau juga bisa berupa cobaan dengan diberikan sakit. Begitupun dengan Ogun yang tak pernah mengira bahwa akan diberikan cobaan berupa sakit kanker Nasofaring. Vonis tersebut sempat membuat dunianya gelap dan berakhir sudah. Namun setelah menjalani pengobatan dan kemoterapi serta  semangat dan dukungan dari orang-orang tercinta , perlahan kondisi Ogun pun mulai membaik. Dan siapa sangka , dia malah rutin melakukan perjalanan serta latihan pendakian gunung demi mewujudkan mimpinya yang sempat tertunda.

Ogun  sudah pernah mendaki gunung Everest bersama Kopassus.Namun sayang keinginan Ogun untuk mencapai puncak pada waktu itu harus pupus. Perjuangannya terhenti di 200 meter menjelang puncak gunung Everest.  Untuk itu dia bertekad untuk mewujudkan cita-citanya pada kesempatan hidup yang kedua ini. Ia memutuskan mendaki kembali demi untuk memberikan semangat kepada semua orang khususnya kepada penderita kanker , menularkan inspirasi kepada pendaki Indonesia, serta memberikan kita semua yang membaca buku ini suntikan semangat agar tidak mudah menyerah dalam hidup.

Rabu, 03 Januari 2018

Review Film Ayat-Ayat Cinta 2 - Spoiler Banget !!

Fahri (Fedi Nuril) sekarang sudah menjadi seorang Dosen di University Of Edinburgh dan memiliki bisnis beberapa minimarket. Tetapi sayang meski sekarang sudah sukses ternyata Fahri hidup dalam kesendirian dan duka karena Aisya istrinya ternyata hilang tanpa kabar. Jadi ceritanya Aisya ini mengalami keguguran dan untuk mengobati kesedihannya akhirnya Aisya memutuskan untuk menerima tawaran dari temannya sebagai aktifis sosial di Palestina. Namun takdir berkata berkata lain sewaktu Aisya berada di Palestina ada sebuah bom yang dijatuhkan oleh Israil hingga mengakibatkan meninggalnya teman Aisya. Sementara Aisya sendiri ternyata selamat tapi dia harus ditahan di penjara Israil. Karena buruknya perlakuan tentara Israil , yang juga mau memperkosanya Aisya membuat sebuah keputusan yang tentunya sulit. dia terpaksa harus merusak organ vitalnya dan merusak wajahnya. Karena merasa bahwa dia sekarang beda dari yang dulu akhirnya dia memutuskan untuk menghilangkan diri dari jejak Fahri dan keluarganya. Sehingga Fahri sendiri tidak tahu bahwa sebenarnya Aisya masih hidup. Walaupun sebenarnya Fahri juga ragu apakah Aisya masih hidup atau tidak karena jika masih hidup tapi tak ada kabar tetapi kalau sudah meninggal jejak mayatnya tidak ditemukan.

Di Edinburg Fahri tinggal bersama asistennya yang bernama Hulusi (Pandji Pragiwaksono), Hulusi ini sebelumnya adalah mantan preman yang berasal dari Turki yang telah ditolong oleh Fahri. Selain Hulusi ada juga temannya yang dari kampung bernama Misbah ( Arie K .Untung). Perpaduan Hulusi dan Misbah memberi kesegaran dan kelucuan sendiri dalam film ini.

Di kota ini Fahri berada diantara para tetangga yang beraneka macam agama dan wataknya . Dia sering dihapakan dengan masalah yang beragam, ada tetangganya nenek Catrina (Dewi Irawan)  yang seorang Yahudi yang memiliki masalah dengan anak tirinya yang bernama Baruch (Bront Palarae) . Ada Keira (Chelsea Islan) dan adiknya Jason (Cole Gribble) yang sangat membenci Fahri karena menganggap bahwa Fahri adalah sama dengan kumpulan teroris yang yang mengebom kota London hingga membuat ayahnya meninggal dunia. . 

Walapun mendapat perlakuan yang tidak baik dari Keira tetapi Fahri tetap ikhlas membantu Keira, bahkan menyediakan guru les privat biola untuk Keira. Memaafkan Jason yang telah mencuri di minimarketnya dan mempersilahkan jason untuk mengambil coklat atau makanan apapun di minimarketnya. Padahal Jason ini nyebelin banget selain mencuri dia juga suka milokin mobil Fahri.Ada juga tetangga Fahri yang bernama Brenda ( Nur Fazura) yang ketika pulang dalam keadaan mabuk Fahri dan Hulusi menolongnya dan membawakan bantal dan selimut. Fahri ini sosoknya sabar dan baik banget 

Di kampus Fahri menjadi idola para mahasiswinya . Bahkan seorang mahasiswi yang diperankan oleh Milani Fernandes sampai memberikan kue untuk Fahri. Di minimarket juga ada yang mengidolakan dan membuat masakan Indonesia untuknya.  Begitu juga dengan Hulya (Tatjana Saphira) sepupu Aisya yang cantik dan ceria, yang selalu mendekati  Fahri.

Fahri juga menolong Sabina seorang imigran misterius yang bercadar , memiliki   kekurangan fisik. Awalnya Fahri ketemu pertama kali di masjid dan menyelamatkan dia dari tuduhan orang-orang bahwa dia seorang pengemis. Kedua kali bertemu di kampus ketika dia dikejar-kejar oleh polisi. Akhirnya Fahri membawa Sabina ke rumah dan menjadikannya sebagai asisten rumah tangga.

Fahri kemudian menikah dengan Hulya, Sabina yang sebenarnya adalah Aisya antara bahagia dan sedih sekali tentunya. dan identitas sabina ini terbongkar saat membantu Hulya yang terluka karena ditusuk oleh Bahadur( Bahadur memiliki dendam karena dulu dimasukkan penjara oleh Fahri  ). Dan Fahri pun baru tahu bahwa Sabina itu adalah Aisya ketika keduanya sama-sama menunggu Hulya di rumah sakit. Hulya melahirkan seorang anak laki-laki, namun sayang ternyata nyawa Hulya tidak bisa diselamatkan. Sebelum meninggal Hulya berpesan kepada Sabina untuk mau melakukan face off supaya kelak anaknya tetap bisa melihat wajah ibunya. Dan sabina pun menyetujuinya. Akhirnya Fahri pun hidup bahagia  bersama Aisya yang berwajah Hulya bersama dengan anak laki-lakinya yang bernama Umar.

 --------------------------------------------------THE END ---------------------------------------------------------

Demikian review film  ayat-ayat cinta 2  versi aku dengan mengabaikan hal-hal absurd yang ada di film ini. Nggak perlu memusingkan kenapa adegannya di Edinburg tetapi  kok pakai Bahasa Indonesia, ketika asalnya dari Turki tapi wajahnya kok Indonesia banget. Kenapa Fahri itu sebagai manusia kok sempurna banget. Pokoknya dinikmatin aja walau agak sedikit nggak sreg dengan endinya yang harus ada adegan face off nya itu. 

Secara keseluruhan menurutku film ini bagus sekali, banyak banget manfaat yang bisa diambil oleh kita semua. Apalagi film ini hadir ketika isu intoleransi begitu kencang saat ini. Bahwa islam ini adalah agama yang damai sekali . Dan saya yakin bahwa sosok Fahri ini memang ada di dunia ini. Bahwa sikap Fahri yang baik banget ini sebagaiman juga dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. 

Selamat menonton bagi yang belum memonton, tetapi ingat jangan lupakan kewajibannya ya Mbak bro Mas Bro (kalau milih nonton yang jam tayangnya mendekati waktu shalat).Telat sedikit lihat filmnya nggak apa-apa asal kewajiban kita kepada yang menciptakan sudah terpenuhi soalnya pengalaman kemarin keluar bisokop sekitar jam 17.15 banyak yang antre shalat di mushola. (yang bilang belum tentu lebih baik dari yang dibilangin)



Minggu, 31 Desember 2017

Awal Tahun 2018 - Nasehat Untuk Diri Sendiri

Hari ini awal dari tahun 2018. dan entah kenapa seiring bertambahnya usia menjadi tidak terlalu antusias untuk mengikuti perayaan tahun baru Masehi. Yang jelas seiring dengan bertambahnya tahun itu berarti bertambah bertambah umur dan berarti juga berkurangnya jatah umur kita. Hikkss..hikss... ini nih yang bikin sedih karena merasa masih sedikit bekalnya , merasa bahwa  diri ini masih jauh dan jauh dari kata sholeh. 

Semalam ketika melihat acara TV Indonesia bertasbih di TV One , waktu itu pas Kang Abik atau Habbiburrahman El Zirasy bertausyiah tentang hadits berikut . .
" Tidak bergeser kedua kaki anak Adam di hari Kiamat dari sisi RabNya , hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu) ; tentang umurnya untuk apa ia habiskan , tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia dapatkan, dan dalam hal apa hartanya tersebut ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya " (HR.At-Tirmidzi 

Berat banget kan, makanya kita itu harus hati-hati banget menyangkut tentang apa yang kita makan, memastikan apakah halal atau haram. Bagaimana kaki ini dilangkahkan, bagaimana mulut ini berbicara apakah dari mulut ini keluar kata-kata yang bisa saja melukai hati orang atau apakah telinga ini sering mendengar hal-hal yang batil , senang membicarakan keburukan orang lain ataukah telinga ini lebih suka mendengarkan kalam-kalam Allah atau hati yang selalu berparangka buruk kepada orang lain, sennag jika orang lain mendapatkan musibah dan susah jika orang lain mendapatkan kebahagiaan. Astaghfirullah... 

Kalau kita berkunjung ke museum atau tempat wisata biasanya ada semacam denah atau peta lokasi biar kita bisa lebih mudah mencapai tujuan atau juga biar kita tidak terlalu menghabiskan tenaga menuju lokasi tersebut. Dan kalau untuk kesitu aja kita lihat denah atau peta bagaimana dengan hidup kita nanti . Bahwa waktumu itu hanya disini di dunia ini, carilah pahala sebanyak mungkin dan setelah itu jika waktu telah memanggilmu maka tak akan ada kesempatan lagi. Ibaratnya dunia ini adalah investasi untuk akhirat kelak. Lalu kapan terakhir kamu buka pedoman hidupmu sebagai seorang muslim Al-qur'an dan Hadits. Al-qur'an dan hadits kalau saya yang ilmunya dangkal ini mengibaratkan seperti aturan bagaimana cara kita menjalani hidup, jika kita taat sama aturan tersebut InshaAlloh kita akan selamat. 

Dan akhirnya semoga kaki ini, tangan ini, mata ini, mulut ini , dan seluruh anggota tubuh ini selalu berada dalam jalan kebaikan hingga kelak bisa menjadi saksi yang memperberat timbangan amal kebaikan. Dan semoga selalu ada orang yang mengingatkan saat kita berada dalam keburukan. 
" Ya Muqallibal quluub Tsabbit Qolbi 'alaa Diinik"
Wahai yang membolak-balikkan hati , tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu di atas ketaatan kepada-Mu"



Sebuah pengingat untuk diri sendiri
Trenggalek, 01-01-2018




Kamis, 30 November 2017

Resensi Novel Into Thin Air ; Kisah Tragis Pendakian Everest

Judul   : Into Thin Air ;Kisah Tragis Pendakian everest
Penulis : Jon Krakauer
Bahasa : Terjemahan Bahasa Indonesia
Penerbit : Qanita

Awal cerita tertarik membaca novel ini adalah ketika usai melihat film Everest di bioskop. Novel Into Thin Air ditulis oleh Jon Krakuer dimana jon Krakauer merupakan salah satu pendaki yang selamat dari peristiwa tragis pendakian tahun 1996. Oh ya buku yang saya baca ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. 

Tahun 1996 majalah Outside tempat Jon Krakauer bekerja menugaskan Jon K untuk melakukan liputan di everest. Awalnya Jon diikutkan dalam ekspedisi Mountain Madness pimpinan Scott Fischer namun akhirnya dibatalkan karena majalah Outside lebih memilih Adventure Consultans pimpinan Robb Hall. 

Pada saat itu ada 8 klien dari ekspedisi Adventure Consultans, mereka adalah
1. Doug Hansen berasal dari USA
2. Dr. Seaborn Beck weathers berasal dari USA
3. Yasuka Namba, Jepang
4. Dr.Stuart Hutchison Kanada
5. Frank Fischbeck, Hongkong
6. Lou Kasische, USA
7. Dr.John Taske, Australia
8. Jon Krakauer, USA

Adapun peimimpin pemandunya adalah Rob Hall yang berasal dari Selandia Baru. Robb Hall dibantu oleh pemandu Andy Harold Haris dan Mike Groom dan para sherpa. Adapun Manajer Base Campnya adalah Helen Wilton dan dokternya adalah Dr. Caroline Mackenzie.

Begitu banyak peristiwa yang mewarnai pendakian ini. salah satu peristiwa awalnya adalah ketika salah seorang Sherpa yang menderita penyakit ketinggian yang parah. Saat itu Jon K dan kawan-kawannya masih berada di base camp.

Untuk menghindari kemacetan yang bisa membahayakan para pendaki maka dibetuklah kesepakatan dengan tim-tim yang akan mendaki Everest .Sesuai kesepatan tim Rob Hall dan tim Scott Fischer akan mendaki tanggal 10 Mei 1996. namun tim dari Afrika tampaknya tak mau untuk diajak kompromi , mereka bisa saja mendaki tanggal 10 Mei bisa maju dan bisa mundur. Tim pendaki Taiwan yang awalnya sepakat untuk tidak mendaki tanggal 10 Mei tetapi mereka berubah fikiran dan akhirnya mereka pun sama-sama mendaki di tanggal tersebut.

Banyaknya pendaki jadi salah satu penyebab penghambat untuk cepat menuju puncak. Dari awal Robb Hall bilang ke kliennya bahwa batas turun puncak adalah antara jam 13.00 sampai dengan jam 14.00. Namun sampai dengan tanggal 10 Mei Robb Hall belum memngumumkan secara pasti kapan mereka akan turun.

Mempertimbangkan kondisi saat itu Frank Fischbeck, Lou, Stuart dan John Taske memutuskan untuk mundur dan kembali turun. Beck Weathers juga gagal menuju puncak karena kondisi matanya yang tidak bsia melihat. sehingga klien Robb Hall yang menuju puncak tinggal Jon Krakauer, Yasuko Namba dan Doug Hansen. Jon Krakauer menjadi klien pertama dari tim Robb Hall yang berhasil mendaki puncak Everest. Kemudian beberapa jam kemudian disusul oleh Yasuko Namba dan yang terakhir adalah Dough Hansen yang walaupun begitu sangat kepayahan akhirnya bisa mencapai puncak dengan dibatu oleh Robb Hall.

Namun keberhasilan untuk mencapai puncak bukanlah segalanya. Harus ada sisa tenaga untuk bisa kembali turun gunung. Waktu yang sudah sore, persediaan oksigen yang menipis , badai salju yang kapan saja bisa datang. Dan perjuangan Doug Hansen dan Yasuko Namba pun berakhir dan bahkan Robb Hall sebagai pemimpin pemandu pun ikut meninggal. Yasuko Namba ditemukan meninggal beberapa meter dari camp 4 Pemandu Andy Harris pun juga ikut meninggal. Tim dari Adventure Consultans yang berhasil mencapai puncak dan selamat adalah pemandu Mike Groom dan Jon Krakauer. Beck Weathers yang awalnya diperkirakan tidak bisa bertahan hidup tetapi ternyata memiliki keajaiaban bisa bertahan hidup walaupun lengannya harus diamputasi dan hidungya pun harus diperbaiki. 

Bagaimana dengan tim yang dipimpin oleh Scott Fischer ? Scott Fischer sendiri juga ikut meninggal dalam pendakian tersebut. Klien-kliennya yang awalnya menghadapi cuaca buruk akhirnya bisa selamat.

Kamis, 05 Oktober 2017

Nasehat Lukman kepada Anaknya

Masih ingatkan dengan Lukman yang namanya diabadikan dalam salah satu surat dalam Al-Qur'an.? Ya sebagai orang muslim seorang ayah hendaknya perlu menyontoh tentang tata cara Lukman mendidik anaknya. Apalagi di jaman ini dimana jamannya pesatnya kemajuan  tekhnologi Adapun nasehat Lukman sebagaimana tercantum dalam surat Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut

1.  Jangan menyekutukan Allah/Syirik
2. Patuh Kepada Orang Tua
3. Sadarlah selalu akan pengawasan Allah
4. Melaksanakan shalat
5. Berserulah pada kebaikan
6. Cegahlah kemungkaran
7. Bersabar dalam emnghadapi ujian hidup
8. Janganlah bersikap sombong
9. Sederhanakanlah dalam berjalan
10. Santunlah dalam berbicara.

Minggu, 11 September 2016

Sepenggal Kenangan di Hari Raya idul Adha

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar,  ...
Laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahilhamd

Malam ini suara takbir bergema di mana-mana, dan setiap takbir bergema selalu ada kerinduan pada kampung halaman, selalu ada rindu kepada orang-orang tercinta. Rindu masa-masa kecil saat malam takbir akan tiba maka siangnya pasti ribet cari oncor (obor yang terbuat dari bambu) atau jika tidak bambu pakai batang dari daun pepaya.  Rindu suara takbir yang bergema sampai larut malam kemudian di lanjut sebelum subuh. Ah setiap kali lebaran entah lebaran Idul Fitri atau lebaran Idul adha selalu ada rasa campur aduk di hati. Rasa senang, sedih dan rasa rindu terutama rindu pada orang-orang yang terkasih yang sudah meninggalkan kita. Rindu saat masih kanak-kanak berkumpul dengan Bapak, emak, mbak, adik.

Sejenak mengenang kenangan - kenangan hari raya Idul Adha jaman dulu.Kebiasaan yang kusukai jika di malam lebaran idul fitri maupun idul adha itu adalah shalat jamaah di masjid setelah itu kirim doa kepada keluarga yang sudah meninggal. Selesai kirim doa pas jamannya masih SD sukanya ikut takbiran keliling kampung. Rasanya senang sekali habis takbiran biasanya langsung ngantuk lanjut tidur dengan harapan besuk harus shalat subuh jamaah di masjid. Itu jaman masih SD kalau jamannya Mts biasanya malam lebaran idul Adha kita nginap di sekolah. Kebetulan ketika kelas 2 ikut organisasi yang waktu itu bergengsi yakni OSIS. Masih ingat dulu kita yang anggota OSIS takbir keliling pakai pick Up.. Takbir rame-rame senang karena memang jarang-jarang momen seperti ini. Masa SMA habis shalat Isya biasanya hanya di rumah saja sambil makan camilan dan dengerin suara takbir di masjid depan rumah.

Dan satu lagi kebiasaan yang dilakukan ketikan idul Adha adalah nonton penyembelihan hewan kurban. Walau sebenarnya nggak lihat waktu nyembelihnya tapi nggak tau juga kayaknya nggak seru kalau nggak datang ke tempat. Para bapak sibuk motong dan membersihkan daging kurban. Yang bertugas membagikan biasanya adalah anak-anak kecil dan anak-anak muda. Ibu-ibu juga sibuk memasak daging untuk konsumsi semuanya. Inilah yang selalu dikangenin gotong royong ala orang desa. Setelah tugas selesai , daging kurban sudah dibagikan dan masakan sudah masak , maka saatnya makan bersama-sama. 

Demikian secuil kenangan kegiatan di hari raya Idul Adha  jaman dulu , harapannya mudah-mudahan suatu saat bisa merayakan hari raya Idul Adha di tanah suci di kota Mekah bersama dengan keluarga tercinta. Amin Ya Alloh...



Trenggalek, 11 September 2016
Malam takbir Hari Raya Idul Adha 1437 H